Kuningan, Jawa Barat — Seorang petani kopi asal lereng Gunung Ciremai, Muhammad Samsudin, berhasil mengembangkan konsep budidaya kopi organik yang dibangun secara mandiri dari hulu hingga hilir. Upaya tersebut kini memasuki tahap penting dengan rencana panen perdana pada tahun 2026.

Samsudin mulai mengelola kebun kopinya sekitar tiga tahun lalu dengan pendekatan yang berfokus pada pertanian berkelanjutan. Sejak awal, ia berkomitmen untuk tidak menggunakan bahan kimia sintetis dan memilih mengembangkan sistem organik secara menyeluruh, termasuk dalam penyediaan pupuk yang dibuat dari bahan-bahan alami di sekitar lingkungan kebun.

Menurutnya, kualitas kopi tidak hanya ditentukan saat panen, tetapi sejak tahap awal penanaman. Oleh karena itu, ia sangat memperhatikan pemilihan bibit, pola tanam, serta kondisi lahan di kawasan Gunung Ciremai yang dikenal memiliki tanah subur dan iklim yang mendukung pertumbuhan tanaman kopi.

Dalam proses perawatan, Samsudin secara rutin melakukan pemupukan organik serta pengendalian hama dengan metode alami. Ia juga melakukan pemangkasan tanaman untuk menjaga produktivitas dan kualitas buah kopi yang dihasilkan.

Seiring dengan pengembangan kebun, Samsudin juga membangun identitas produknya melalui merek “Java Preanger Ciremai Coffee”. Brand tersebut diharapkan dapat merepresentasikan kopi khas lereng Gunung Ciremai yang dihasilkan melalui proses organik dan memiliki cita rasa yang autentik.

Selama tiga tahun terakhir, ia terus memperkuat kualitas tanaman serta menyiapkan kebunnya untuk menghasilkan panen yang optimal. Tahun 2026 menjadi momentum penting dalam perjalanan tersebut, karena untuk pertama kalinya kebun kopi miliknya akan memasuki masa panen.

Panen perdana ini tidak hanya menjadi hasil dari proses panjang yang telah dilalui, tetapi juga menjadi awal bagi pengembangan kopi organik dari kawasan Gunung Ciremai agar dapat dikenal lebih luas.

Upaya yang dilakukan Muhammad Samsudin dinilai sebagai langkah nyata dalam mendorong pertanian berkelanjutan di tingkat lokal. Selain menjaga keseimbangan lingkungan, pendekatan organik yang diterapkan juga memberikan nilai tambah bagi produk kopi yang dihasilkan.

Ke depan, ia berharap kopi dari Gunung Ciremai dapat menjadi salah satu produk unggulan daerah yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas, sekaligus membawa nama daerah ke tingkat nasional maupun internasional.

Tinggalkan Balasan

Explore More

Mengenal Varietas Kopi Yellow Catura: Mutasi Unik dengan Cita Rasa Istimewa

Dalam dunia kopi, varietas tanaman memiliki peran penting dalam menentukan karakter rasa, produktivitas, hingga daya tahan tanaman. Salah satu varietas yang cukup menarik perhatian adalah Yellow Catura, sebuah varietas kopi

Mengenal Proses Kopi Full Wash: Metode Bersih untuk Cita Rasa Jernih

Dalam dunia kopi, proses pascapanen memiliki peran besar dalam menentukan karakter rasa yang dihasilkan. Salah satu metode yang paling dikenal dan banyak digunakan adalah Full Wash atau yang juga disebut

Muhammad Samsudin Manfaatkan Sampah Organik untuk Pertahankan Kualitas Kopi Organik

Di lereng Gunung Ciremai, upaya menjaga kualitas kopi tidak hanya dilakukan saat panen, tetapi dimulai sejak pengolahan tanah. Hal inilah yang menjadi fokus utama Muhammad Samsudin, seorang petani kopi yang